04 Desember 2008

Gawean baru bunda


Assalamu alaikum sahabat..

Menjadi seorang ibu adalah “pekerjaan” baru bagi bunda, ya selain pekerjaan sebagai seorang istri dan seorang mahasiswi. Jika ada orang yang mengatakan hal ini (pekerjaan) adalah hal yang mudah, orang tersebut pasti belum pernah merasakan bagaimana harus terbangun berulangkali di tengah malam buta untuk memberikan asi, belum pernah merasakan tangan yang mati rasa ketika menggendong anak hingga berjam-jam hanya untuk membuat ia terlelap, tidak pernah merasakan paniknya jadi ibu ketika menemui ada kejanggalan atau keanehan yang terjadi pada tubuh si anak. Tapi dibalik semua kerepotan itu, terdapat nikmat luar biasa yang tidak bisa didapat kalau tidak mengalaminya sendiri. Nikmat itu adalah ketika melihat senyum manisnya yang mengembang jika melihatku, entah mengapa terasa ada yang berdesir di hati rasa yang sama ketika pertama kali melihat ayahnya. Mendengar tangisnya yang mendera ketika kita telat membersihkan tubuhnya yang masih tidak mampu untuk mandiri atau lambat memberikannya asi ketika ia haus, entah mengapa membuat hati ini ikut merasakan kegalauan yang ia rasakan. Adanya koneksi antara ibu dan anak memang kadang tidak bisa tergantikan, hal ini memang mutlak adalah kuasa Allah Subhanahu wa ta’ala penguasa langit dan bumi beserta isinya. Subhanallah..


Saat Shilla hadir di kehidupan kami, yang ada hanyalah rasa syukur yang tak terkira atas kemurahan dan kebaikan-Nya. Kami orangtua yang tidak berdaya ini dipercaya atas amanah yang luar biasa membutuhkan tanggung jawab besar untuk dibesarkan, dididik, dibimbing agar menjadi anak yang sholihah dan berguna. Semoga kami diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjaga amanah Allah ini. Amien..


Rasanya tidak ingin waktu berlalu dengan cepat ketika sedang bersama Shilla. Matanya yang besar ketika memandangku, seperti ingin berkata bahwa betapa ia sangat membutuhkanku untuk mendekap tubuhnya yang tak berdaya membuatku siap melakukan apa saja agar pemilik mata yang indah itu bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan padanya. Bibirnya yang mungil kadang-kadang terlihat senyuman yang masih belum jelas makna yang ingin disampaikannya. Kulitnya yang masih tipis itupun masih belum mampu menyembunyikan pembuluh halus yang mengalir darah kami. Masih gelap pandangan kami bagaimana anak ini nantinya, akan jadi apa dia, siapa jodohnya dan sampai kapankah kebersamaan yang Allah sudah tetapkan atas kami. Pikiran-pikiran ini selalu saja melintas. Normalkah? Wajarkah? Atau hanya perasaan yang terlalu sentimentil yang tidak akan pernah selesai jika kita tidak ikhlas karena Allat Ta’ala jika mencintai hidup yang sementara ini. Inna Lillahi Wa inna Illaihi Rajiun..


Beberapa hari ini media mewartakan kebengisan seorang ibu yang mengakhiri hidup anaknya yang baru lahir. Entah alasan apa yang melatarbelakangi aksi brutal ibu-ibu ini. Apakah Babyblues Syndrome adalah suatu fakta yang bisa membenarkan tindakan ibu-ibu tsb. Benar-benar alasan yang tidak bisa diterima. Padahal kita sebagai seorang perempuan sudah dikodratkan untuk hamil, melahirkan dan mendidik anak hingga ia mapan. Secara hamil itu sendiri adalah masa-masa yang luar biasa indah. Dari sensasi tendangannya di dalam perut, perlakuan lingkungan kepada ibu hamil yang selalu lebih ramah, perlakuan ayahnya yang selalu perhatian dan memperhatikanku sampai proses melahirkan yang terasa seperti hidup dan mati. Seandainya tidak ada bekas bedah cesar, rasa ingin cepat-cepat punya anak lagi dan merasakan sensasi yang sama dengan kehamilan sebelumya. Hehehe.. mudah-mudahan perasaan bunda ini tidak dianggap terlalu berlebihan tapi inilah kenyataannya. Tapi bunda sadar benar, setiap insan manusia mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda. Jadi dalam kasus-kasus ibu yang membunuh anaknya sendiri itu terdapat permasalahan krusial yang tidak sanggup mereka selesaikan hanya dengan satu teori saja, tapi juga ada seribu pilihan yang seharusnya bisa mereka ambil dalam mengatasi permasalahan hidup. Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada mereka yang mau berusaha dekat dengan-Nya. Allahu Akbar..


Sebelum bunda mengakhiri postingan ini, bunda mau ngucapin “SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU” untuk sahabat bunda yang bernama Leny Hotmay Lynda yang menikah dengan lelaki pujaanya Boy Gumarang Sakti  (ya akhi kapan kita bisa kopdar hehehehe..). Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan dikasih anak 11 orang, lakilaki semua. Amien.. J

Wah shilla udah jejeritan lagi, its time for me to go..
Aufwiedersehen, sayonara, ciao..
Wassalam..

banner-cantik

0 comment:

Posting Komentar