21 Desember 2008

JATI DIRI

Seorang laki-laki pada suatu hari menemukan sebuah telor burung rajawali dan dia meletakkan telor itu bersama dengan telor-telor ayam di sarang seekor induk ayam peliharaan yang sedang mengeram. Telor itu menetas bersama telor ayam yang lain, dan anak burung itu tumbuh bersama anak-anak ayam di asuh oleh induk ayam itu.

Selama hidupnya burung rajawali itu bertingkah laku sama seperti ayam, dan menganggap dirinya sebagai ayam peliharaan. Dia mengais  tanah untuk mengais cacing dan serangga. Dia berkotek dan berkokok. Dia akan mengepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter di udara.

Tahun berlalu burung rajawali itu menjdai tua. Suatu hari dia melihat seekor burung yang sangat gagah terbang di angkasa yang tak berawan. Burung  itu melayang dengan anggun dan berwibawa dalam hembusan angin yang kuat, dia hanya membentangkan sayapnya dan jarang sekali menggerakkan sayapnya itu.

Rajawali tua  itu terpesona memandang ke atas. “Siapakah itu?”, tanyanya.

“Itu adalah burung rajawali, raja dari segala burung,” kata ayam yang ada di dekatnya. “Dia penghuni langit, dan kita penghuni bumi.” Demikianlah rajawali itu hidup terus dan mati sebagai seekor ayam, karena begitulah anggapannya tentang dirinya. (di kutip dari Anthony de Mello, Awareness)

banner-cantik

0 comment:

Posting Komentar