Allah itu memang menguji hamba dengan segala rupa, dari yang ringan ampe yang berat.
Dari yang gampang ampe yang susah. Walaupun hal itu semua tergantung dari kesiapan mental dan tingkat kedewasaan orang.
Kehamilan bunda masih berada di minggu ke-6. Banyak yang menasihati bunda bahwa umur segini adalah kondisi yang sangat rentan, fragile, dan lemah. jadi sebisa mungkin tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan si bebi. Sejauh ini bunda belum merasakan perubahan fisikly. Timbangan masih tetap. Kulit masih terlihat cerah, tidak berubah kegelapan atau timbul jerawat di sana-sini. Semua masih sama, atau mungkin memang belum ada perubahan pada kehamilan umur 6 minggu.
Tapi yang mulai memberatkan adalah rasa mual setiap bangun pagi, di sertai dengan rasa lapar yang tidak mau diajak kompromi. Rasanya lapaaaaaaar sekali. Bunda jadi sangat bingung dengan kondisi badan yang enggak menentu kayak gini.
Hari minggu bunda bangun pagi-pagi sekali. Jam setengah 5 bunda sudah bangun karena ngerasa perut keroncongan. Setelah ayah dan bunda sholat shubuh, ayah kemudian meneruskan tidurnya. Tapi bunda enggak bisa tidur, karena membayangkan kira-kira bunda mau masak apa untuk hari ini. Timbul keinginan untuk makan sambal goreng tempe pake teri. Sambil membayangkan bumbu apa saja yang akan di pakai, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5.30. Karena sudah merasa kelaparan akhirnya bunda bergegas ke dapur untuk mulai masak.
Setelah semua bahan di masak dan segala macam bumbu di masukkan, maka selesailah acara masak-masak bunda hari ini. Tapi setelah bunda sajikan di meja makan, dan mencoba untuk mencicipi sedikit hasil masakan bunda, tiba-tiba saja rasa lapar bunda hilang. Malah spontan berganti dengan rasa mual yang hebat. Walah..walah.. sia-sia masakan bunda yang sudah di masak hampir 2 jam. Tergantikan dengan rasa mual yang datang dengan tiba-tiba.
Bunda khan jadi bingung.. Orang bunda sangat lapar, koq ya jadi tiba-tiba mual dan sama sekali enggak mau ngeliat masakan yang bunda bikin tadi. Cepet-cepet bunda ngebangunin ayah trus mengadu dengan kejadian baru tadi. Dan anehnya ayah enggak panik, trus bangun untuk ngelus perut bunda sambil berkata "Anakku.. jangan ngerepotin bunda ya? Kasian bundanya ntar gak bisa makan." Voila.. Rasa mual pun hilang.. Wah bahaya kalo anaknya cuman mau ngedengerin ayahnya. Tapi kalo dipikir-pikir emang bisa kayak gitu tadi. Cuman di elus-elus trus di omongin rasanya langsung ilang.
Setelah usapan ajaib dari ayah, bunda pun kembali menekuni pekerjaan mulia. Yaitu memberi makan anak bunda yang sedang bunda kandung sekarang.
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban ayah. Tampilkan semua postingan
24 Februari 2008
17 Februari 2008
Morning Sickness Ayah
Hari ini ayah didi berangkat lagi ke surabaya, katanya dalam rangka mempersiapkan deklarasi cagub dan cawagub dari PAN. Kalo di hitung-hitung Ayah Didi sudah 20 kali bolak-balik Jakarta-Surabaya-Jakarta. Ya abis gimana lagi, bunda khan harus ikhlas dengan kerjaannya ayah.
Akhir-akhir ini dia mengeluh terus, ya katanya pusing lah, mual lah, mau muntah lah pokoknya akhir-akhir ini badannya sensitif. Dia kemudian sempat tercetus bahwa mungkin kondisi dia akhir-akhir ini gara bunda hamil. Haaah.. Apa hubungannya? emang bisa. bunda yang hamil, ayah yang ngidam.
Tapi kalo emang begitu bunda ada rasa syukur, ada rasa bersalahnya juga. Kenapa?
Bunda bersyukur kalo ayah juga akhirnya tau bagaimana rasanya nahan muntah yang udah di ubun-ubun, rasanya perut yang tiap pagi jadinya kayak di aduk ama sendok besar yang terus mengocok dan tidak akan berhenti sampe isinya keluar, dan tau rasanya kalo jadi ibu itu adalah suatu pekerjaan mulia.
Dan rasa menyesalnya adalah karena ayah jadi enggak konsen kerja, jadi uring-uringan dan enggak bisa di ajak jalan-jalan ke mall lama-lama (Disshu'.. istri kok enggak tau diri :))
Tapi emang alhamdulillah hamil kali ini bunda ngerasa agak ringan, karena dari awal gak ada rasa mual, pusing, atau morning sickness. Ya Allah.. tolong berilah kami kesempatan untuk merawat dan mendidik anak ini menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
Amin..Amin..Amin.. Ya robbal alamien..
Akhir-akhir ini dia mengeluh terus, ya katanya pusing lah, mual lah, mau muntah lah pokoknya akhir-akhir ini badannya sensitif. Dia kemudian sempat tercetus bahwa mungkin kondisi dia akhir-akhir ini gara bunda hamil. Haaah.. Apa hubungannya? emang bisa. bunda yang hamil, ayah yang ngidam.
Tapi kalo emang begitu bunda ada rasa syukur, ada rasa bersalahnya juga. Kenapa?
Bunda bersyukur kalo ayah juga akhirnya tau bagaimana rasanya nahan muntah yang udah di ubun-ubun, rasanya perut yang tiap pagi jadinya kayak di aduk ama sendok besar yang terus mengocok dan tidak akan berhenti sampe isinya keluar, dan tau rasanya kalo jadi ibu itu adalah suatu pekerjaan mulia.
Dan rasa menyesalnya adalah karena ayah jadi enggak konsen kerja, jadi uring-uringan dan enggak bisa di ajak jalan-jalan ke mall lama-lama (Disshu'.. istri kok enggak tau diri :))
Tapi emang alhamdulillah hamil kali ini bunda ngerasa agak ringan, karena dari awal gak ada rasa mual, pusing, atau morning sickness. Ya Allah.. tolong berilah kami kesempatan untuk merawat dan mendidik anak ini menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
Amin..Amin..Amin.. Ya robbal alamien..
Langganan:
Postingan (Atom)
