17 Februari 2008

Morning Sickness Ayah

Hari ini ayah didi berangkat lagi ke surabaya, katanya dalam rangka mempersiapkan deklarasi cagub dan cawagub dari PAN. Kalo di hitung-hitung Ayah Didi sudah 20 kali bolak-balik Jakarta-Surabaya-Jakarta. Ya abis gimana lagi, bunda khan harus ikhlas dengan kerjaannya ayah.

Akhir-akhir ini dia mengeluh terus, ya katanya pusing lah, mual lah, mau muntah lah pokoknya akhir-akhir ini badannya sensitif. Dia kemudian sempat tercetus bahwa mungkin kondisi dia akhir-akhir ini gara bunda hamil. Haaah.. Apa hubungannya? emang bisa. bunda yang hamil, ayah yang ngidam.

Tapi kalo emang begitu bunda ada rasa syukur, ada rasa bersalahnya juga. Kenapa?
Bunda bersyukur kalo ayah juga akhirnya tau bagaimana rasanya nahan muntah yang udah di ubun-ubun, rasanya perut yang tiap pagi jadinya kayak di aduk ama sendok besar yang terus mengocok dan tidak akan berhenti sampe isinya keluar, dan tau rasanya kalo jadi ibu itu adalah suatu pekerjaan mulia.
Dan rasa menyesalnya adalah karena ayah jadi enggak konsen kerja, jadi uring-uringan dan enggak bisa di ajak jalan-jalan ke mall lama-lama (Disshu'.. istri kok enggak tau diri :))

Tapi emang alhamdulillah hamil kali ini bunda ngerasa agak ringan, karena dari awal gak ada rasa mual, pusing, atau morning sickness. Ya Allah.. tolong berilah kami kesempatan untuk merawat dan mendidik anak ini menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Amin..Amin..Amin.. Ya robbal alamien..

banner-cantik

2 comment:

Mama Ben mengatakan...

suami sayang istri...hehe...

moga2 mabok nya ayah cepet sembuh and ello ga mabok juga yah...ga enak soalnya maboh hamilmuda...

met wiken ello

Me mengatakan...

Tapi katanya memang ada beberapa yang mengalami seperti itu ya bund? Temenku juga, dia yg hamil suaminya yang morning sickness.

Posting Komentar