MyHeritage: Family tree - Genealogy - Celebrity - Collage - Morph

Assalamu alaikum Wr. Wb..
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya bunda bisa menemui lagi para sahabat blogger, walaupun mungkin sangat sulit sekali bagi bunda untuk mencari waktu yang pas supaya tetap bisa berinteraksi dengan para sahabat bunda di dunia maya. Maklum sekarang waktu bunda sudah habis tersita oleh kehadiran “Penghuni Baru” di kontrakan kami di depok.
Alhamdulillah wa syukurillah akhirnya brojol juga si Penghuni Baru setelah 39 minggu di harap-harap cemas kehadirannya. Lahir sehat dan selamat dengan jalan cesar pada tanggal 8 Oktober 2008 dengan bobot 3750 gram, dan panjang 49 cm di RSB Duren Tiga, pancoran. Kami memberi ia nama “Aqilla Dwitanaya Setiadi”, panggilannya “Shilla”. Nama tersebut kurang lebih berarti Anak kedua Setiadi yang berakal pandai, ya doa standar para orang tua lah ya selain doa-doa lain seperti semoga ia menjadi putri yang sholehah, berguna bagi orang tua, agama dan bangsanya, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amien.. Amien.. Ya Rabb. Putri kami ini punya gelaran sendiri diantara perawat yang menanganinya, karena memang berbeda diantara bayi-bayi lain. Rambut hitam tebal, pipi merah yang hampir mendominasi wajahnya sehingga mata, hidung maupun mulutnya hanya seperti garis tipis yang tertarik. Perawat-perawat itu menjulukinya “Si Gendut”, karena beberapa bayi yang lahir hampir bersamaan waktunya dengan Aqilla memiliki bobot lk 2600 – 3300 gram. Jadi begitu di lihat di ruangan bayi, Aqilla tampak seperti bodyguard diantara mereka. Subhanallah..
Memang semenjak jadi orangtua, bunda merasakan ada kekuatan luar biasa yang menuntun bunda untuk memberikan yang terbaik buat shilla. Contohnya: Sewaktu pada Shilla lahir, bunda sempat agak pesimis bisa memberikan asi eksklusif. Alasannya karena selain sakit pada awalnya, juga karena luka operasi cesar dan perut yang masih berkontraksi pada saat pemberian asi. Tapi alhamdulillah sekarang bunda sudah tidak pernah lagi merasa sakit atau luka karena pemberian asi, bahkan asinya pun keluarnya melimpah. Yang penting pada saat pemberian asi bunda harus berpikir positif bahwa asinya keluar, dan juga ikhlas tidak takut kalau nanti payudara akan membesar. Shilla comes first, shilla harus dapat yang terbaik.
Beberapa hari yang lalu, bunda sempat panik melihat perut shilla yang terlihat buncit. Setelah konsultasi dengan orangtua dan beberapa teman yang berpengalaman punya anak. Mereka mendiagnosa bahwa shilla hanya mengalami perut kembung jadi merekomendasikan untuk membalurkan bawang merah yang dihaluskan lalu dicampur dengan minyak kayu putih kemudian dipakaikan gurita. Tapi setelah beberapa hari koq gak ada perubahan ya malah perutnya jadi kemerahan seperti direbus, akhirnya bunda membawa shilla kerumah sakit terdekat dengan rumah. Dokter anak menyarankan untuk dimasukkan selang untuk mengeluarkan angin dari perutnya. Dan Alhamdulillah hanya beberapa jam saja perut shilla sudah kempes. Ternyata begini ya kalau punya anak, perasaan jadi lebih sensitif dan panik. Ya yang penting anak bunda sehat deh.
Maaf ya cuman sampe segini aja postingan bunda, maklum Shilla udah mulai teriak-teriak kayaknya kalo enggak lapar, basah atau kesepian jadi harus segera diangkat dari tempat tidurnya.
Wassalam
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya bunda bisa menemui lagi para sahabat blogger, walaupun mungkin sangat sulit sekali bagi bunda untuk mencari waktu yang pas supaya tetap bisa berinteraksi dengan para sahabat bunda di dunia maya. Maklum sekarang waktu bunda sudah habis tersita oleh kehadiran “Penghuni Baru” di kontrakan kami di depok.
Alhamdulillah wa syukurillah akhirnya brojol juga si Penghuni Baru setelah 39 minggu di harap-harap cemas kehadirannya. Lahir sehat dan selamat dengan jalan cesar pada tanggal 8 Oktober 2008 dengan bobot 3750 gram, dan panjang 49 cm di RSB Duren Tiga, pancoran. Kami memberi ia nama “Aqilla Dwitanaya Setiadi”, panggilannya “Shilla”. Nama tersebut kurang lebih berarti Anak kedua Setiadi yang berakal pandai, ya doa standar para orang tua lah ya selain doa-doa lain seperti semoga ia menjadi putri yang sholehah, berguna bagi orang tua, agama dan bangsanya, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amien.. Amien.. Ya Rabb. Putri kami ini punya gelaran sendiri diantara perawat yang menanganinya, karena memang berbeda diantara bayi-bayi lain. Rambut hitam tebal, pipi merah yang hampir mendominasi wajahnya sehingga mata, hidung maupun mulutnya hanya seperti garis tipis yang tertarik. Perawat-perawat itu menjulukinya “Si Gendut”, karena beberapa bayi yang lahir hampir bersamaan waktunya dengan Aqilla memiliki bobot lk 2600 – 3300 gram. Jadi begitu di lihat di ruangan bayi, Aqilla tampak seperti bodyguard diantara mereka. Subhanallah..
Memang semenjak jadi orangtua, bunda merasakan ada kekuatan luar biasa yang menuntun bunda untuk memberikan yang terbaik buat shilla. Contohnya: Sewaktu pada Shilla lahir, bunda sempat agak pesimis bisa memberikan asi eksklusif. Alasannya karena selain sakit pada awalnya, juga karena luka operasi cesar dan perut yang masih berkontraksi pada saat pemberian asi. Tapi alhamdulillah sekarang bunda sudah tidak pernah lagi merasa sakit atau luka karena pemberian asi, bahkan asinya pun keluarnya melimpah. Yang penting pada saat pemberian asi bunda harus berpikir positif bahwa asinya keluar, dan juga ikhlas tidak takut kalau nanti payudara akan membesar. Shilla comes first, shilla harus dapat yang terbaik.
Beberapa hari yang lalu, bunda sempat panik melihat perut shilla yang terlihat buncit. Setelah konsultasi dengan orangtua dan beberapa teman yang berpengalaman punya anak. Mereka mendiagnosa bahwa shilla hanya mengalami perut kembung jadi merekomendasikan untuk membalurkan bawang merah yang dihaluskan lalu dicampur dengan minyak kayu putih kemudian dipakaikan gurita. Tapi setelah beberapa hari koq gak ada perubahan ya malah perutnya jadi kemerahan seperti direbus, akhirnya bunda membawa shilla kerumah sakit terdekat dengan rumah. Dokter anak menyarankan untuk dimasukkan selang untuk mengeluarkan angin dari perutnya. Dan Alhamdulillah hanya beberapa jam saja perut shilla sudah kempes. Ternyata begini ya kalau punya anak, perasaan jadi lebih sensitif dan panik. Ya yang penting anak bunda sehat deh.
Maaf ya cuman sampe segini aja postingan bunda, maklum Shilla udah mulai teriak-teriak kayaknya kalo enggak lapar, basah atau kesepian jadi harus segera diangkat dari tempat tidurnya.
Wassalam

0 comment:
Posting Komentar